TEMPO Interaktif, DENPASAR - Australian Federal Police (AFP), Jum’at (5/11), menghibahkan sejumlah alat kepada Kepolisian Daerah Bali untuk mencegah terjadinya penyelundupan imigran gelap (people smuggling) yang transit di wilayah pesisir Bali.
Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Hadiatmoko menyatakan, kawasan pesisir Bali kerap dijadikan sebagai lokasi transit kegiatan penyelundupan imigran gelap sebelum diberangkatkan ke Negara tujuan, seperti Australia. Imigran gelap banyak berasal dari sejumlah negara, seperti Iran, Irak, dan Afganistan.
“Imigran tanpa identitas ini menyusahkan kedua Negara, Indonesia dan Australia, sehingga harus kita cegah sedini mungkin,” kata Hadiatmoko seusai acara penyerahan alat di Markas Polda Bali, Jumat siang (5/11).
Peralatan yang dihibahkan, antara lain, kamera DSLR, kamera digital, printer, Global Positioning System, komputer jinjing, kamera pengintai, sejumlah modem internet, serta sepeda motor.
Alat-alat tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah, terutama Kepolisian Sektor (Polsek) yang berada di kawasan pesisir pantai, seperti Polsek Padang Bai, Polsek Gilimanuk, Polsek Kuta dan Polair Polda Bali.
“Di masa datang, kita harapkan tidak ada lagi people smuggling karena kerja sama dengan Australian akan terus kita tingkatkan,” ujar Hadiatmoko pula.
Commander AFP Bruce Giles mengharapkan peningkatan kerjasama antar negara akan terus berlanjut. “Kerja sama seperti ini akan kita lakukan berkelanjutan,” turur Giles.
Kerjasama dengan Polda Bali sudah sering dilakukan. Namun bantuan terkait pencegahan penyelundupan imigram gelap baru pertama kali dilakukan.
Kerja sama ini nantinya akan menjadi instrumen penegakan hukum dan deteksi dini kegiatan terorisme di Indonesia. Penguatan kerjasama dilakukan Polisi Australia dengan menempatkan satu personel di Bali.
Sebelumnya, bantuan peralatan serupa diberikan kepada empat provinsi, yakni Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Lampung, dan DKI Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Anda dapat menggunakan acount FB anda untuk posting komentar