Rabu, 21 September 2011

Enam WNI Ditangkap Malaysia, Kemenlu Belum Tahu


JAKARTA - Hubungan Indonesia dengan Malaysia kembali memanas. Kali ini, pihak Indonesia yang mencari gara-gara duluan. Seperti dilansir media setempat, enam orang WNI ditangkap otoritas Malaysia karena diduga terlibat aksi pembajakan.

Sayangnya, hingga tadi malam pihak Kementerian Luar Negeri (Kemelu) masih belum mendapatkan kabar resmi terkait penangkapan tersebut. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWI dan BHI) Kemlu Tatang Razak menjelaskan, hingga tadi malam pihak pemerintah Malaysia maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur belum memberikan informasi resmi. "Saya tahunya barusan dari media online," jelas dia saat dihubungi tadi malam (20/9).


Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu terus menggali informasi penangkapan tersebut. Jika kabar tersebut benar, pemerintah akan menggali keterlibatan para WNI ini. Apakah ikut aksi yang dikomando orang Malaysia atau negara lain. Kemungkinan selanjutnya adalah, para WNI itu sekaligus menjadi otak perompakan.

Catatan di Kemenlu, kasus perompakan atau bajak laut yang melibatkan WNI cukup langka. Sebelumnya, yang ada orang Indonesia yang menjadi korban bajak laut atau perompak. Seperti di perairan Somalia.

Tatang menuturkan, langkah diplomatik Indonesia bisa diambil setelah mendapatkan keterangan resmi penangkapan enam WNI tersebut. Terkait proses hukum yang bakal dijalani oleh WNI tersebut, diserahkan ke otoritas setempat. "Ini dilakukan karena jika benar lokasi kejahatan yang dituduhkan masuk wilayah Malaysia," terang Tatang.

Proses hukum yang dijalani oleh para WNI nantinya tidak jauh berbeda dengan para TKI yang juga kerap tersandung persoalan hukum di negeri Jiran tersebut. Tatang menjelaskan, kasus penangkapan ini jangan sampai menambah panjang daftar perseteruan antara Indonesia dengan Malaysia.

Menurutnya, hubungan yang kembali hangat ini jangan sampai memanas gara-gara ulah WNI yang terlibat kejahatan di Malaysia. Dia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada otoritas Malaysia. Meskipun begitu, perwakilan Indonesia di Malaysia siap mengupayakan pendampingan hukum terhadap para tersangka bajak laut tersebut.

Saat mencoba menghubungi kantor KBRI di Kuala Lumpur tadi malam, tidak ada satupun pegawai yang mengangkat. Begitu pula ketika menghubungi ponsel Kepala Bidang Penerangan KBRI Kuala Lumpur Widyarka Ryananta, juga tidak terangkat.

JPNN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda dapat menggunakan acount FB anda untuk posting komentar