"Kami terus menjalin dan memantapkan kerja sama maritim dengan semua negara, terutama di negara-negara ASEAN terkait keamanan kawasan, dan internasional," katanya, di Jakarta, Rabu (22/6).
Ditemui seusai membuka seminar nasional tentang hidros dan oseanaografi, ia mengatakan semua bentuk kerja sama baik latihan bersama, pendidikan dan pertukaran perwira terus dijalin TNI Angkatan Laut dengan angkatan laut sejumlah negara terutama di ASEAN.
"Apalagi, letak geografis Indonesia yang berada di persimpangan dua benua dan dua samudra yang menjadi jalur pelayaran dunia," katanya menambahkan.
Marsetio menegaskan, pemerintah termasuk TNI Angkatan Laut berkomitmen untuk menjadikan wilayah perairan nasional aman dan nyaman baik bagi para pengguna dalam negeri maupun luar negeri yang melintasi wilayah perairan nasional.
Saat ini Indonesia bersama lima negara lainnya tengah melakukan latihan bersama untuk mengatasi beragam tindak kejahatan di laut termasuk terorisme yang bersandikan SEACAT 2011.
Latihan rutin tahunan Southeast Asia Cooperation Against Terrorism (SEACAT) 2011 yang digelar di Selat Singapura itu diikuti Amerika Serikat, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam dan Filipina.
Latihan rutin yang dilaksanakan tujuh negara sejak 2002 itu, dilaksanakan sejak 14 Juni hingga 24 Juni mendatang.
Designed to focus information sharing.
Kegiatan difokuskan pada pemantapan kerja sama dan koordinasi keamanan maritim secara simultan antara enam negara ASEAN dengan Amerika Serikat.
Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo mengatakan latihan multilateral itu terus dilakukan disesuaikan dengan tingkat dan pola ancaman yang tengah berkembang. "Latihan dilakukan dengan skenario yang mendekati nyata kondisi dan tingkat ancaman kejahatan di laut, termasuk terorisme," katanya, menambahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Anda dapat menggunakan acount FB anda untuk posting komentar