[JAKARTA] Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, harus ada implementasi konkret dari hasil riset tentang kelautan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kendala Indonesia dalam mengeksplorasi hasil laut adalah masih minimnya ilmu pengetahuan mengenai kelautan,” katanya, kepada SP, di sela-sela acara pertemuan kenegaraan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Australia Julia Gillard, di Istana Merdeka, Selasa (2/11).
“Kendala Indonesia dalam mengeksplorasi hasil laut adalah masih minimnya ilmu pengetahuan mengenai kelautan,” katanya, kepada SP, di sela-sela acara pertemuan kenegaraan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Australia Julia Gillard, di Istana Merdeka, Selasa (2/11).
Dikatakan, seharusnya hasil penelitian di laut Indonesia dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya nelayan. “Potensi laut kita sangat luar biasa, terutama biota laut seperti ikan dan terumbu karang. Jika dipetakan dan dikelola dengan benar, maka tentunya kesejahteraan akan dirasakan oleh para nelayan dan juga masyarakat umum. Untuk itulah penelitian dilakukan,” katanya.
Menurutnya, penelitian juga harus dilakukan dalam rangka menjaga keamanan pangan Indonesia dan dunia, apalagi terkait banyaknya pencemaran di laut. “Riset juga harus bisa memproteksi masa depan kekayaan laut kita. Sebab, jika tidak dilakukan, pastinya keamanan pangan dari sektor perikanan akan mengalami gangguan,” katanya.
Fadel melanjutkan, Indonesia perlu terus meningkatkan teknologi dalam riset di bidang kelautan. Apalagi saat ini laut merupakan subjek urutan ketiga yang paling banyak dibicarakan dunia setelah sumber daya alam dan lingkungan. “Kita perlu lebih intensif lagi dalam mempelajari dan melakukan riset di laut,” katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Anda dapat menggunakan acount FB anda untuk posting komentar