Selasa, 24 April 2012

Giliran China Kecam Filipina


KOMPAS.com - Sengketa Laut China Selatan antara China dan Filipina bakal berakhir panjang. Setidaknya, sampai kini, dalam catatan Xinhua dan OANA pada Senin (23/4/2012), kedua negara masih saling tuding.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Liu Weimin mengatakan pihaknya mengecam seruan Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario kepada negara lain untuk bersikap mengenai Laut China Selatan. Dia menambahkan bahwa sikap China untuk menjaga wilayah dan kedaulatannya adalah jelas dan tegas.

Del Rosario, dalam pesan yang dikirim kepada wartawan pada Minggu, mendesak negara-negara lain untuk mempertimbangkan jika China melakukan tindakan keras di Pulau Huangyan di Laut China Selatan.

Menurut China, Filipina telah mengklaim kedaulatan atas pulau itu, yang merupakan bagian dari wilayah China. "China khawatir atas kedaulatan Pulau Huangyan dan pemerintah China bersikap untuk menjaga wilayah dan kedaulatannya jelas dan tegas," kata Liu Weimin pada konferensi pers reguler.

Dalam pesan tersebut, del Rosario pun menyerukan negara-negara lain untuk mengambil sikap pada tindakan China mengenai Laut China Selatan itu. "Ini hanya akan mempersulit dan meningkatkan masalah untuk meminta negara lain guna berpihak atas masalah kedaulatan," kata Liu.

Dia menambahkan bahwa langkah tersebut tidak akan membantu menyelesaikan situasi saat ini.

Pada 10 April, menurut pihak China, dua belas perahu nelayan China diganggu oleh kapal perang Angkatan Laut Filipina sementara mereka berlindung dari cuaca yang keras di laguna dekat Pulau Huangyan. Dua kapal Pengawas Marinir China melakukan patroli rutin di daerah tersebut kemudian datang untuk menyelamatkan para nelayan itu.

Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda dapat menggunakan acount FB anda untuk posting komentar