Kamis, 23 Juni 2011

China Desak AS Tidak Turut Campur

BEIJING (Suara Karya): China, Rabu, mendesak Amerika Serikat untuk tidak melibatkan diri dalam sengketa Laut China Selatan, dengan mengatakan keterlibatan AS membuat situasi bisa lebih buruk. Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri China Cui Tiankai, menanggapi komentar pejabat Filipina yang menyatakan bahwa pasukan AS akan membantu prajurit Filipina jika Kepulauan Spratly diserang China. 
 
Ketegangan di Laut China Selatan meningkat dalam bulan belakangan ini menyangkut sikap China yang lebih agresif dalam klaimnya atas perairan yang diduga kaya dengan minyak dan gas itu. Bagian dari perairan itu juga diklaim oleh Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam. Cui Tiankai mendesak AS menjauhkan diri dari sengketa itu dan mengatakan China sangat cemas akan provokasi-provokasi yang sering dilakukan negara-negara lain di Laut China Selatan. Sebelumnya, seorang pejabat Filipinya menyatakan, pasukan AS akan membantu prajurit, kapal atau pesawat tempur Filipina bila ada serangan di Kepulauan Spratly. Perjanjian Pertahanan AS-Filipina tahun 1951 merupakan dasar tindakan AS untuk turun tangan bila ada serangan di dalam teritorial Filipina.

Menurut Kementerian Luar Negeri Filipina, seperti dilansir AP, Rabu (22/6), AS akan membantu Filipina dalam bertahan bila Kepulauan Spratly diserang. Kepulauan Spratly merupakan wilayah yang kaya akan cadangan migas dan juga menjadi pusat konflik di Asia. China, Filipina dan Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia dan Taiwan tengah berkonflik memperebutkan wilayah tersebut.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda dapat menggunakan acount FB anda untuk posting komentar